Uang Palsu UIN Makassar – Kasus dugaan pembuatan uang palsu yang melibatkan oknum dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar semakin mengkhawatirkan. Informasi terbaru dari detikSulsel mengungkap bahwa peredaran uang palsu yang diduga berasal dari lingkungan kampus tersebut telah meluas hingga ke Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Temuan ini memperkuat indikasi adanya jaringan yang terorganisir dalam kasus ini.
Melansir dari detikSulsel, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Suhartono membenarkan adanya laporan terkait temuan uang palsu di Mamuju Tengah yang diduga kuat memiliki keterkaitan dengan kasus yang tengah ditangani di Makassar. Pihaknya menyatakan bahwa tim dari Polda Sulsel telah bergerak ke Mamuju Tengah untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dan berkoordinasi dengan Polres setempat.
“Tim dari Polda Sulsel sudah bergerak ke Mamuju Tengah untuk melakukan pengembangan terkait adanya informasi peredaran uang palsu di sana yang diduga berasal dari Makassar,” ujar Kombes Pol Didik Suhartono seperti dikutip dari detikSulsel.
Modus peredaran uang palsu di Mamuju Tengah diduga serupa dengan yang terjadi di Makassar, yakni digunakan dalam transaksi jual beli dengan pecahan tertentu. Masyarakat di Mamuju Tengah kini dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan lebih teliti saat menerima uang tunai, terutama pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu yang sebelumnya banyak ditemukan di Makassar.
Pihak UIN Alauddin Makassar sendiri telah menegaskan komitmennya untuk bekerja sama penuh dengan pihak kepolisian dalam mengungkap kasus ini. Mereka menyatakan tidak akan mentolerir segala bentuk tindakan kriminal yang mencoreng nama baik institusi. Proses internal juga disebut tengah berjalan untuk mengidentifikasi oknum yang mungkin terlibat.
Meluasnya peredaran uang palsu hingga Mamuju Tengah menunjukkan skala permasalahan yang lebih besar dari perkiraan awal. Polda Sulsel berkomitmen untuk memberantas tuntas jaringan pemalsuan uang ini dan menangkap seluruh pihak yang terlibat, demi menjaga keamanan transaksi ekonomi dan kepercayaan masyarakat di kedua provinsi.
Penyelidikan di Mamuju Tengah akan fokus pada identifikasi titik peredaran dan pihak-pihak yang menerima uang palsu tersebut, guna melacak mata rantai jaringan pemalsuan ini lebih jauh.
