Kabar duka menyelimuti sebuah keluarga di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Seorang anak perempuan berusia tiga tahun, bernama Aisyah Putri, diduga kuat mengalami gagal ginjal akut setelah mengonsumsi obat sirup yang diresepkan oleh sebuah klinik di wilayah tersebut. Pengakuan pilu ini disampaikan langsung oleh kedua orang tua korban yang kini tengah berjuang untuk kesembuhan buah hati mereka.
Menurut penuturan Ibu Aisyah, Rina (32 tahun), gejala awal muncul beberapa hari setelah mereka membawa Aisyah berobat dari sebuah klinik di kawasan Tanjung Priok pada hari Selasa, 22 April 2025. Saat itu, Aisyah mengalami demam tinggi dan batuk. Dokter di klinik tersebut kemudian meresepkan beberapa jenis obat, termasuk obat sirup penurun panas dan pereda batuk.
Namun, kondisi Aisyah bukannya membaik, justru semakin mengkhawatirkan. Pada hari Jumat, 25 April 2025, Aisyah mulai menunjukkan gejala gagal ginjal seperti frekuensi buang air kecil yang sangat menurun drastis, tubuh membengkak, dan tampak lemas. Panik dengan kondisi putrinya, Rina dan suaminya, Andi (35 tahun), segera membawa Aisyah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara.
“Dokter di RSUD Koja langsung melakukan berbagai pemeriksaan. Hasilnya sangat mengejutkan, fungsi ginjal anak saya sudah sangat menurun dan didiagnosis gagal ginjal akut,” ujar Rina dengan suara bergetar saat ditemui pada Sabtu, 26 April 2025. Pihak rumah sakit kemudian memberikan penanganan intensif dan melakukan serangkaian tes untuk mengetahui penyebab pasti gagal ginjal yang dialami Aisyah.
Kecurigaan orang tua Aisyah mengarah pada obat sirup yang sebelumnya diberikan oleh klinik. Mereka menduga ada kandungan berbahaya dalam obat tersebut yang menyebabkan kerusakan pada ginjal putri mereka. Andi, ayah Aisyah, mengatakan bahwa pihaknya akan mencari keadilan dan meminta pertanggungjawaban dari pihak klinik jika terbukti obat yang mereka berikan menjadi penyebab utama penyakit serius yang diderita anaknya.
Pihak RSUD Koja, melalui juru bicaranya, dr. Fatimah Zahra, membenarkan adanya pasien anak dengan gejala gagal ginjal akut yang saat ini sedang mendapatkan perawatan intensif. Namun, dr. Fatimah belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut mengenai penyebab pasti penyakit tersebut karena masih dalam tahap investigasi dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang lebih komprehensif.
Kasus tragis yang menimpa Aisyah ini menambah kekhawatiran masyarakat terkait keamanan obat-obatan, terutama obat sirup untuk anak-anak. Pihak berwenang, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), diharapkan dapat segera melakukan investigasi menyeluruh terkait kasus ini dan memberikan klarifikasi serta tindakan tegas jika ditemukan adanya pelanggaran atau kandungan berbahaya dalam obat yang dikonsumsi korban. Masyarakat juga diimbau untuk lebih berhati-hati dalam memberikan obat kepada anak-anak dan selalu berkonsultasi dengan dokter atau apoteker terpercaya. Perkembangan kondisi Aisyah terus dipantau oleh tim medis RSUD Koja.
