Aksi arogan seorang pria yang diduga preman terjadi di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pria tersebut nekat melakukan pemukulan terhadap seorang pengendara mobil hanya karena tidak senang antreannya diserobot saat mengisi bahan bakar. Insiden preman pukul pengendara ini terjadi pada Selasa siang, 15 April 2025, sekitar pukul 13.00 WIB dan terekam oleh kamera pengawas (CCTV) SPBU. Pihak kepolisian dari Polsek Kebon Jeruk tengah menyelidiki kasus preman pukul pengendara ini setelah menerima laporan dari korban.
Menurut keterangan korban, seorang pria bernama Arya (35 tahun), kejadian bermula ketika ia hendak mengisi bahan bakar di SPBU tersebut. Saat sedang mengantre, tiba-tiba sebuah mobil yang dikendarai oleh seorang pria yang ciri-cirinya mengarah pada seorang preman langsung menyerobot antreannya dari samping. Arya yang merasa tidak terima menegur pelaku secara sopan. Namun, teguran tersebut justru membuat pelaku marah dan keluar dari mobilnya. Tanpa basa-basi, preman pukul pengendara Arya beberapa kali di bagian wajah dan tubuh.
Akibat aksi preman pukul pengendara yang brutal tersebut, Arya mengalami luka memar di wajah dan merasa. Setelah melakukan pemukulan, pelaku langsung tancap gas meninggalkan lokasi SPBU. Arya kemudian melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Kebon Jeruk dengan membawa bukti rekaman CCTV dari pihak SPBU yang jelas merekam aksi preman tersebut.
Kepala Polsek Kebon Jeruk, Komisaris Polisi Slamet Riyadi, saat dikonfirmasi pada Selasa sore, sekitar pukul 16.00 WIB, membenarkan adanya laporan mengenai preman pukul pengendara di SPBU tersebut. “Kami telah menerima laporan dari korban dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Rekaman CCTV sudah kami amankan dan saat ini tim Reskrim sedang berupaya mengidentifikasi dan menangkap pelaku preman ini,” ujar Kompol Slamet Riyadi. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri jika terjadi perselisihan dan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian. Polsek Kebon Jeruk berjanji akan menindak tegas pelaku tindak kekerasan sesuai dengan hukum yang berlaku.
