Depok, Jawa Barat – Warga di kawasan Beji, Depok, digegerkan dengan penemuan jasad seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang telah membusuk di kamar kosnya. Korban, yang diketahui bernama Rio (21), ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Rabu sore, 13 Maret 2024, sekitar pukul 17.00 WIB di tempat kejadian.
Kejadian ini bermula ketika tetangga korban mencium bau tidak sedap yang menyengat dari kamar kos korban. Curiga dengan bau tersebut, tetangga korban kemudian melaporkan kejadian ini kepada pemilik kos dan ketua RT setempat. Setelah pintu kamar kos korban dibuka, mereka terkejut menemukan penemuan jasad korban yang sudah dalam kondisi membusuk.
“Baunya sangat menyengat. Kami curiga ada sesuatu yang tidak beres di kamar korban. Setelah dibuka, ternyata korban sudah meninggal dunia,” ujar salah satu tetangga korban yang enggan disebutkan namanya.
Warga sekitar segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Beji. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang garis polisi. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi.
Kapolsek Beji, Kompol. Bambang, membenarkan adanya penemuan jasad tersebut. “Kami sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban. Kami juga sedang menunggu hasil autopsi dari rumah sakit,” ujar Kompol. Bambang.
Kompol. Bambang menambahkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian korban. “Kami belum bisa menyimpulkan apakah korban meninggal karena sakit atau ada faktor lain. Kami masih menunggu hasil autopsi,” tambahnya.
Penemuan jasad ini tentu saja mengejutkan warga sekitar dan teman-teman korban. Korban dikenal sebagai mahasiswa yang pendiam dan jarang berinteraksi dengan tetangga.
Informasi Penting:
- Waktu kejadian: Rabu, 13 Maret 2024, sekitar pukul 17.00 WIB.
- Lokasi: Kawasan Beji, Depok.
- Korban: Rio (21), mahasiswa UI.
- Penyebab kematian: Masih dalam penyelidikan.
- Tindakan kepolisian: Olah TKP, autopsi.
Pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.
