Ukir Prestasi Internasional, PB Pertacami Ingin Jadi Anggota KOI

Selasa, 12 Desember 2023 – 02:48 WIB

Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia (PB Pertacami), Tommy Paulus terlihat gembira saat menyambut kedatangan atlet di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Senin 11 Desember 2023.

Baca Juga :

7 Tanda yang Menunjukkan Jantung Anda Bekerja dengan Baik dan Optimal

Bukannya tanpa alasan Tommy Paulus gembira. Karena atletnya berhasil mengukir prestasi di kancah internasional. Viona Amalia meraih medali emas, dan Toni Kristian Hutapea mendapatkan perunggu di Kejuaraan Dunia Mixed Martial Arts 2023 yang digelar di Bangkok, Thailand.

“Tadinya, kita tidak targetkan emas tetapi hanya berharap medali saja di Kejuaraan Dunia Mixed Martial Arts 2023,” kata Tommy Paulus Hermawan.

Baca Juga :

SAC Indonesia 2023 Kualifikasi Jawa Timur Lahirkan Tiga Pemecahan Rekor Nasional

“Di luar dugaan, Viona mampu membuat kejutan dengan merebut medali emas sekaligus mengibarkan Merah Putih di event yang digelar International Federation Global Mixed Martial Arts (GAMMA). Tidak gampang prestasi ini dicapai apalagi pesertanya dari 35 negara dan PB Pertacami baru berdiri pada tahun 2023,” imbuhnya.

Baca Juga :

400 Peserta Ikuti Fun Walk BPKH

Sekretaris Jenderal PB Pertacami, Peter Taslim mengatakan persaingan di ajang ini sangat ketat. Enam atlet Indonesia dikirimkan untuk ikut serta, dan dua medali berhasil didapat.

“Ya, persaingan di Kejuaraan Dunia Mixed Martial Arts 2023 Bangkok itu memang sangat ketat. Dua negara kekuatan besar olahraga campuran yakni China yang  meloloskan 12 finalis hanya merebut tujuh emas dan Kazakhstan dengan 11 finalis meraih delapan emas sekaligus menjadi juara umum. Indonesia yang mengirimkan enam atlet berhasil meloloskan dua atlet di final,” tutur Peter Taslim.

Baca Juga  30 Ucapan Hari Kemerdekaan RI ke-78 di 17 Agustus 2023 Bermakna Spesial : Okezone Lifestyle

Dalam pertandingan final kelas 47,6kg nomor Female Stricking MMA, Minggu 10 Desember 2023, Viona mengalahkan wakil China, Gao Huan Jun dengan kemenangan angka telak.

“Saya tidak menduga bisa meraih emas sekaligus mengibarkan Merah Putih di Kejuaraan Dunia Mixed Martial Arts 2023 Bangkok. Dan, saya tidak berasa tangan kanan saya mengalami cedera akibat terlalu power full saat melepaskan pukulan ke wajah lawan,” ujar Viona.

Sedangkan Toni merebut medali perak kelas 52.2 Kg Men Elite Stricking MMA. Meski kalah di final, namun raihan medali perak sudah cukup membuatnya puas.

“Ya, saya sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi saya harus mengakui keunggulan lawan. Dan, saya puas dengan medali perak,” kata Toni.

Tommy Paulus yang mendengar Viona mengalami cedera langsung meminta pengurus segera membawa ke rumah sakit. Dia tidak diperkenankan kembali ke daerah asal sebelum mendapat penanganan.

“Viona tidak boleh kembali ke daerah asalnya Ngawi kalau belum mendapat penanganan secara khusus. Itu jadi tanggung jawab PB Pertacami,” tutur Tommy. 

Meski baru berdiri, sederet prestasi telah dicapai olahraga campuran Indonesia. Sebelumnya, Indonesia meraih satu perak dan tiga perunggu pada Kejuaraan Asian MMA Championship 2023 Bangkok dan meraih satu perunggu pada Kejuraan Dunia World Junior MMA 2023 Yunani.  

Terkait cabang olahraga campuran yang akan dipertandingkan pada SEA Games 2025 Thailand nanti, Tommy Paulus Hermawan berharap Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) segera memproses keanggotaan PB Pertacami.

“Kami sangat berharap PB Pertacami bisa diterima sebagai Anggota KOI sehingga bisa memperkuat Kontingen Indonesia pada SEA Games 2025 Thailand. Potensi atlet olahraga campuran itu cukup besar dan kita sudah buktikan,” kata Tommy Paulus Hermawan.

Baca Juga  Update Terbaru Penyelundupan Satwa Dilindungi

“PB Pertacami akan segera mendirikan Camp khusus pelatihan olahraga beladiri campuran. Mereka harus ditangani secara khusus dan profesional sehingga bisa terus mengibarkan Merah Putih di ajang internasional.”

Halaman Selanjutnya

“Ya, persaingan di Kejuaraan Dunia Mixed Martial Arts 2023 Bangkok itu memang sangat ketat. Dua negara kekuatan besar olahraga campuran yakni China yang  meloloskan 12 finalis hanya merebut tujuh emas dan Kazakhstan dengan 11 finalis meraih delapan emas sekaligus menjadi juara umum. Indonesia yang mengirimkan enam atlet berhasil meloloskan dua atlet di final,” tutur Peter Taslim.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *