Pemrotes AS Mogok Makan Tuntut Gencatan Senjata Israel-Hamas

Selasa, 28 November 2023 – 13:44 WIB

VIVA – Anggota parlemen negara bagian dan pendukung hak-hak Palestina, bersama dengan aktor dan advokat progresif Cynthia Nixon, telah melancarkan mogok makan selama lima hari di luar Gedung Putih untuk menuntut gencatan senjata di Gaza.

Baca Juga :

Saat Gencatan Senjata, Ribuan Warga Palestina di Israel Akan Dipulangkan ke Gaza

Pada konferensi pers pada hari Senin, 27 November para aktivis mengecam peran Presiden Amerika Serikat Joe Biden dalam mendukung serangan Israel di Gaza dan menyerukan agar pertempuran tersebut segera diakhiri.

Pemrotes AS Mogok Makan Tuntut Gencatan Senjata Israel-Hamas

Baca Juga :

Langgar Gencatan Senjata, Jet Tempur Israel Bombardir Utara dan Timur Gaza

Aksi mogok makan ini menambah meningkatnya tuntutan gencatan senjata dari para aktivis, artis dan politisi, serta anggota staf yang bekerja di pemerintahan AS. Namun Biden sejauh ini menolak seruan tersebut dan menyatakan dukungannya yang teguh terhadap Israel.

Biden juga telah menjanjikan lebih dari US$14 miliar (Rp216 triliun) bantuan tambahan AS untuk Israel, dana yang menurut para pendukungnya berkontribusi terhadap kekerasan Israel.

Baca Juga :

Gaza Gencatan Senjata, Tentara Israel Tembak Mati 4 Remaja Palestina di Tepi Barat

Para pengunjuk rasa pada Senin menekankan bahwa jajak pendapat publik menunjukkan bahwa sebagian besar warga Amerika mendukung gencatan senjata. 

Mereka juga menggarisbawahi skala kehancuran di Gaza, di mana lebih dari 14.800 warga Palestina tewas. Para ahli PBB telah memperingatkan bahwa konflik tersebut menempatkan warga Palestina “pada risiko genosida yang besar”.

“Berapa banyak lagi warga Palestina yang harus dibunuh sebelum Anda menyerukan gencatan senjata, Presiden Biden? Kami tidak bisa menunggu lebih lama lagi,” kata Iman Abid, salah satu penyelenggara Kampanye AS untuk Hak-Hak Palestina (USCPR), dikutip dari Aljazeera, Selasa, 28 November 2023.

Israel dan Hamas mengumumkan gencatan senjata selama empat hari dalam konflik tersebut pada minggu lalu, dan pada hari Senin, para pejabat mengumumkan bahwa jeda pertempuran akan berlanjut selama dua hari tambahan, untuk memungkinkan pembebasan lebih banyak tawanan Israel dan tahanan Palestina.

Para pengunjuk rasa mengatakan bahwa jeda yang terus berlanjut menunjukkan bahwa diplomasi bukan bom, dapat menyelesaikan krisis di Gaza.

Namun para pemimpin Israel telah menyatakan bahwa mereka akan melanjutkan pemboman dengan intensitas yang lebih besar setelah gencatan senjata berakhir. Mereka juga telah memperingatkan warga dari Gaza utara agar tidak kembali ke rumah mereka.

“Wilayah utara Jalur Gaza adalah zona pertempuran, dan dilarang untuk tinggal di sana,” kata juru bicara militer Israel Avichay Adraee pekan lalu.

Aksi mogok makan minggu ini di Washington, DC, diorganisir oleh aktivis solidaritas Palestina, kelompok Yahudi progresif, serta organisasi Arab dan Palestina-Amerika.

Halaman Selanjutnya

Mereka juga menggarisbawahi skala kehancuran di Gaza, di mana lebih dari 14.800 warga Palestina tewas. Para ahli PBB telah memperingatkan bahwa konflik tersebut menempatkan warga Palestina “pada risiko genosida yang besar”.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *