Pemberontakan PKI di Cirebon, Bersenjata Lengkap Menginap di Hotel Ribberink : Okezone News

CIREBON – Pada 12 Februari 1946, peristiwa bersejarah pernah terjadi di Kota Cirebon, Jawa Barat. Ketika itu, Partai Komunis Indonesia (PKI) di bawah kepemimpinan Mohammad Joesoep dan Mr Suprapto mencoba mengambil alih kekuasaan di Cirebon dan melucuti persenjataan milik TRI.

Bermula pada 9 Februari 1946, rombongan PKI dan Laskar Merah dari luar daerah tiba di stasiun kereta api Cirebon. Pada 12 Februari 1946 dengan bersenjata lengkap mereka menginap di Hotel Ribberink (Grand Hotel).




PKI menyebarkan isu ke masyarakat luas, kalau polisi tentara telah melucuti anggota Laskar Merah, dari Jawa Tengah yang baru saja tiba di Stasiun Cirebon. Letda D. Sudarsono, seorang polisi tentara Cirebon mencoba datang ke stasiun menemui seorang bintara jaga. Dia hendak memastikan kebenaran isu tersebut.

Sesampainya dia di stasiun, Letda D Sudarsono justru disambut dengan tembakan. Pasukan Laskar Merah mengepungnya dan membawanya ke Markas Polisi Tentara Kabupaten di Hotel Phoenic.

Budayawan Cirebon, Nurdin M Noer, dalam tulisannya yang berjudul ‘Pemberontakan PKI Antara di Cirebon dan Madiun’ menyebutkan, PKI di Cirebon di bawah pimpinan Mohammad Joesoep dan Mr Suprapto mencoba memanfaatkan situasi sosial politik yang tidak stabil saat awal masa revolusi.

Di bawah pimpinan Mohammad Joesoep dan Mr Suprapto, mereka mencoba menarik simpati rakyat, dengan mendatangkan Laskar Merah dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan alasan untuk menghadiri konferensi sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.

Ulah PKI dan pasukan Laskar Merah tidak berhenti sampai di situ. Mereka melucuti kekuatan bersenjata di Cirebon. Selain itu, tentara yang ditangkap mereka jadikan tawanan. Hal ini dilakukan dalam upaya PKI menguasai pemerintahan. Situasi kala itu tidak terkendali, pasukan Laskar Merah merampok dan menguasi gedung-gedung vital di Cirebon.

Baca Juga  Itu Shin Tae-yong atau Pep Guardiola

Melihat situasi yang seperti itu, Panglima II/Sunan Gunung Jati Kolonel Zainal Asikin Yudadibrata segera mengirim utusan untuk berunding dengan Mohammad Joesoep di Hotel Ribrink. Setelah berunding, PKI di bawah pimpinan Mohammad Joesoep berjanji menyerahkan senjata-senjata hasil rampasan esok harinya.

Baca Juga: Dorong Desa Wisata, Pertamina Luncurkan Wajah Baru Balkondes Wringinputih


Follow Berita Okezone di Google News


Namun, ternyata pihak PKI tidak menepati janjinya. Atas dasar itu, Panglima Divisi II meminta bantuan pasukan dari Komandan Resimen Cikampek untuk dikirim ke Cirebon. Dipimpin Mayor Banuhadi, sebanyak 600 prajurit Banteng Taruna dikirim ke Cirebon.

Pada 13 Februari 1946, pasukan gabungan dari TRI, Polisi Tentara dan pasukan lain melakukan penyerbuan pertama untuk merebut pos-pos pertahanan dan markas pemberontak dari PKI di Hotel Ribberink.

Penyerbuan pertama ini berakhir dengan kegagalan karena kurangnya persenjataan pasukan. Sedangkan, PKI serta pasukan Laskar Merah memiliki persenjataan yang lengkap.

Lalu pada esok harinya, tepatnya pada 14 Februari 1946, penyerbuan kembali dilakukan. Penyerbuan ini dipimpin langsung oleh Komandan Resimen Cikampek Kolonel Moefreini Moekmin. Dalam penyerbuan tersebut, pasukan gabungan berhasil melumpuhkan pemberontak.

Akhirnya, pasukan PKI menyerah. Pimpinan mereka yakni Mohamad Joesoep dan Mr Suprapto berhasil ditangkap dan diajukan ke pangadilan tentara.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *