Mimpi Gus Sholah yang Belum Tercapai hingga Wafat, Dirikan Sekolah Khusus Wanita : Okezone News

JOMBANG – Untuk mewujudkan mimpi Gus Sholah, Ponpes Tebu Ireng bersama Dompet Dhuafa mendirikan Rumah Sakit Hasyim Asy’ari yang beralamat di Jalan Cukir-Parkir Makam Gus Dur, Kwaron, Diwek, Jombang, Jawa Timur.

Istri Salahuddin Wahid, Nyai Hj Farida menceritakan, awal mula ide dan gagasan Gus Sholah berawal ketika dirinya bersama Gus Sholah mengunjungi Rumah Sakit Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa di Desa Jampang, Bogor, Jawa Barat.




Kata Nyai Hj Farida, Gus Sholah kerap mendatangi sejumlah rumah sakit, bahkan sering kali berinteraksi dengan para penerima manfaatnya, dab melihat senyum hangat dan semangat membantu dari tim medis, lalu Gus Sholah memantapkan hati untuk bekerja sama dengan Dompet Dhuafa untuk membangun rumah sakit berbasis wakaf.

Lalu pada akhirnya Gus Sholah menggandeng Dompet Dhuafa untuk mengadaptasi konsep rumah sakit. Dan keluarga besar KH Hasyim Asy’ari memutuskan untuk mewakafkan tanah seluas satu hektare untuk pembangunan rumah sakit.

“Gus Sholah berpikir kalau di Tebu Ireng sangat bermanfaat mendirikan rumah sakit. Kemudian Gus Sholah dan Pak Parni membuat rancangan, dan mulai pembangunan namun pada saat lantai satu rumah sakit jadi Gus Sholah meninggal dunia, mau tak mau kita harus meneruskan dan beruntung ada Dompet Dhuafa, lalu saya memanggilan anak-anak saya Gus Ipang dan Gus Billy untuk meneruskan mimpi Gus Sholah,” kata Ibu Nyai Hj Farida saat Grand Lauching RSHA di Jombang, Jatim, Selasa (8/8/2023).

Menurutnya, banyak mimpi Gus Sholah yang belum tercapai salah satunya membuat sekolah khusus wanita. Padahal, adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini sudah membuat rancangannya hingga tutup usia.

Baca Juga  Resep Brongkos, Makanan Yogyakarta Favorit Presiden Soekarno : Okezone Lifestyle

“Banyak mimpi Gus Sholah yang tercapai, sampai akhir hayat belum sempat diwujudkan seperti memperdayakan kepandaian perempuan, sudah persiapkan tanah untuk dijadikan sekolah khusus wanita, dan membuat menggambar (rancangan) dan beliau wafat,” pungkasnya.

Baca Juga: Dorong Desa Wisata, Pertamina Luncurkan Wajah Baru Balkondes Wringinputih


Follow Berita Okezone di Google News


Perlu diketahui sebelumnya, Rumah Sakit Hasyim Asy’ari menggelar Grand Lauching di Jalan Cukir-Parkir Makam Gus Dur, Kwaron, Diwek, Jombang, Jawa Timur. Rumah Sakit Hasyim Asy’ari merupakan buah kolaboraksi antara Yayasan Pondok Pesantren Tebu Ireng bersama Dompet Dhuafa.

Grand Lauching tersebut dihadiri oleh Direktur RSHA, Aria Dewanggana; Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, KH. Abdul Hakim Mahfuzh; Istri Salahuddin Wahid, Nyai Hj Farida, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; dan Inisiator sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Parni Hadi.

Perlu diketahui, bagi warga yang kurang mampu hendak berobat ke RSHA dengan proses verifikasi, administrasi dan lainnya. Persyaratan administrasinya cukup membawa foto copy KTP, foto copy KK serta surat keterangan tidak mampu dari desa. RSHA melayani pasien umum, pasien BPJS serta pasien asuransi. RSHA mempunyai program andalan untuk pasien dhuafa, yakni program berobat gratis bagi pasien kurang mampu dan tidak mempunyai jaminan layanan kesehatan atau kartu BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sudah tidak aktif.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *