Laptop dan HP Tua Lebih Baik Tidak Dijual

Jumat, 1 Desember 2023 – 14:01 WIB

VIVA Tekno – Ketua Tim Insiden Siber Sektor Keuangan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Sandromedo Christa Nugroho mengungkap alasan mengapa perangkat tua atau lawas seperti laptop, ponsel pintar (HP/smartphone) maupun lainnya yang sudah tidak terpakai lebih baik tidak dijual.

Baca Juga :

Komisi II DPR Rencana Panggil KPU: Jaga Data Pemilih, Itu Mahal Harganya

“Saya menyarankan ke masyarakat kalau misalkan memiliki laptop bekas, HP bekas, itu lebih baik jangan dijual, lebih baik dibiarkan hingga rusak,” kata dia di Jakarta, Kamis, 30 November 2023.

Saran itu disampaikan karena rupanya pihak-pihak tidak bertanggung jawab dapat mengambil data dan informasi yang tersimpan dalam segala jenis elektronik dengan mudah, sekali pun data tersebut sudah dihapus.

Baca Juga :

Siap-siap, Pemerintah akan Larang Penggunaan HP di Sekolah

Ilustrasi laptop.

Photo :

  • www.pixabay.com/StockSnap

Baca Juga :

BSSN Sudah Menganalisis Forensik Digital dalam Dugaan Kebocoran Data KPU

Sandromedo mengatakan, recovery atau pemulihan data dapat dilakukan pada perangkat elektronik, meskipun data tersebut telah dihapus dari bak sampah (trash bin) maupun riwayat data terhapus pada ponsel.

Ia menjelaskan, sejatinya terdapat dua jenis memori pada elektronik, yakni memori volatile, dan memori non-volatile.

Memori volatile merupakan jenis memori dalam komputasi yang membutuhkan daya untuk menyimpan informasi yang disimpan, seperti memori jangka pendek (random-access memory/RAM). Data yang tersimpan pada RAM akan tidak aktif atau hilang ketika perangkat tersebut mati.

Sementara memori non-volatile merupakan memori yang datanya dapat ditulis serta dihapus, namun data akan tetap ada walaupun gawai dalam kondisi mati serta tidak membutuhkan daya.

Logo Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Logo Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Logo Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Logo Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Jika seseorang membutuhkan dana dari perangkat lawas tersebut baik untuk darurat, maupun untuk menggantinya dengan perangkat yang lebih baru, Sandromedo menyarankan untuk menjualnya namun mengambil hard disk yang tersemat di perangkat tersebut. Hal ini untuk menghindari risiko data pribadi dimiliki oleh orang lain.

“Kami sarankan memori memang diambil dahulu sebelum dijual, seperti hard disk, atau tukar dengan hard disk lain, namun kalau misalkan memang bisa, baiknya tidak usah dijual daripada ruginya lebih banyak nanti,” tegasnya, seraya mengingatkan.

Halaman Selanjutnya

Sementara memori non-volatile merupakan memori yang datanya dapat ditulis serta dihapus, namun data akan tetap ada walaupun gawai dalam kondisi mati serta tidak membutuhkan daya.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *