Kenapa Starbucks Tidak Laku di Vietnam Dibanding Indonesia? : Okezone Economy

JAKARTA- Kenapa Starbucks tidak lagi di Vietnam dibanding Indonesia menarik untuk diulas. Berdasarkan laman resmi Starbuck, gerai kopi ini memiliki sebanyak 326 cabang di seluru penjuru Indonesia. 

umlah tersebut rupanya cukup berbanding terbalik dengan Vietnam. Pasalnya, di negara tersebut Starbuck hanya memiliki sekitar 92 gerai saja. Hal ini disebut-sebut karena Starbuck di Vietnam tidak laku.

Lantas, kenapa Starbuck tidak laku di Vietnam dibanding Indonesia?

Melansir dari laman Vietnam Investment Review (VIN), kehadiran Starbuck di Vietnam rupanya tak begitu diterima oleh pecinta kopi negara tersebut karena beberapa alasan. Salah satunya harganya yang terlalu tinggi dibandingkan dengan kopi buatan kafe lokal.

Sean T Ngo seorang CO VF Franchise Consulting mengatakan mahalnya kopi Starbuck bisa terjadi karena Vietnam memberlakukan bea masuk yang sangat tinggi untuk mengimpor biji kopi. Pasalnya, Vietnam menjadi negara pengekspor kopi terbesar ke dua di dunia.

Baca Juga: Bertabur Hiburan dan Edukasi Keuangan, Pesta Rakyat Simpedes 2023 Siap Menyapa Warga Bandung


Follow Berita Okezone di Google News


“Karena Vietnam adalah pengekspor biji kopi secara global, negara tersebut memberlakukan bea masuk yang sangat tinggi untuk mengimpor biji kopi ke Vietnam.

Karena rantai kopi asing cenderung menggunakan biji arabika impor, dan bukan biji robusta biasa yang diproduksi di Vietnam, hal ini meningkatkan biaya secara signifikan bagi pemain asing mana pun.” kata Sean T Ngo.

“Biaya yang lebih tinggi berarti harga eceran kopi yang lebih tinggi bagi konsumen, yang akan mendorong banyak orang Vietnam beralih ke merek lokal.” lanjutnya.

Selain biaya bea impor yang tinggi, biaya untuk sewa tempat juga dinilai cukup tinggi. Menurut laporan Cushman & Wakefield, sebuah ruang di pusat bisnis Vietnam kini dihargai sekitar USD 119 per meter persegi.

Baca Juga  Perbarui Kekuatan Gempa Banten Menjadi M5,7, Ini Analisis BMKG : Okezone News

Lebih lanjut lagi, masyarakat Vietnam juga tampaknya lebih menyukai kopi dalam negeri daripada kopi yang dibawa oleh Starbuck. Pasalnya, mayoritas orang Vietnam lebih menyukai kopi jenis robusta karena memiliki rasa lebih kuat. Sedangkan Starbuck menggunakan kopi arabika.

Demikian sejumlah alasan Kenapa Starbucks Tidak Laku di Vietnam dibanding Indonesia

(RIN)

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *