Israel Sepakat Berlakukan Gencatan Senjata Lima Jam di Gaza Selatan

Berita325 Dilihat

Senin, 16 Oktober 2023 – 16:28 WIB

Tel Aviv – Mesir, Israel dan Amerika Serikat (AS) menyetujui gencatan senjata di Gaza selatan mulai pukul 06.00 waktu setempat, dan pembukaan kembali perbatasan Rafah, kata dua sumber keamanan Mesir, pada Senin, 16 Oktober 2023. 

Baca Juga :

Over One Million Palestinians Leave the Gaza Strip

Dilansir dari Asharq Al-Awsat, menurut sumber tersebut mengatakan gencatan senjata akan berlangsung selama lima jam

Mereka juga mengatakan ketiga negara telah sepakat bahwa Rafah akan dibuka hingga pukul 14.00, pada hari Senin.

Baca Juga :

Kembangkan Bisnis Kuliner, Raffi Ahmad Bakal Buka Outlet Rojo Sambel di Amerika

Arsip – Dalam foto yang diambil pada 11 Mei 2021 ini, terlihat asap hitam mengepul ke langit akibat ledakan yang disebabkan serentetan serangan israel di Kota Younis di Jalur Gaza bagian selatan.

Rafah, yang berada di perbatasan antara Semenanjung Sinai Mesir dan Gaza yang dikuasai Hamas, adalah satu-satunya penyeberangan ke wilayah yang tidak dikuasai Israel.

Baca Juga :

Israel Bantah Setujui Gencatan Senjata di Gaza Selatan untuk Masuknya Bantuan

Menurut gambar yang beredar menunjukkan truk bantuan dari LSM Mesir di kota Al-Arish di Sinai pada Senin pagi telah menunggu izin untuk melakukan perjalanan ke Rafah.

Bantuan yang datang dari beberapa negara dan organisasi terhenti di al-Arish menunggu kesepakatan mengenai pengiriman bantuan dan evakuasi warga asing dari Gaza, yang menurut Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken telah dicapai setelah kunjungan ke Kairo.

Serangan udara milter Israel menghancurkan bangunan di Gaza, Palestina

Serangan udara milter Israel menghancurkan bangunan di Gaza, Palestina

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Israel telah menggempur habis-habisan Jalur Gaza usai milisi Palestina yang berkuasa di wilayah itu, Hamas, menyerbu kota-kota di Israel dalam serangan tak terduga dari berbagai arah pada Sabtu, 7 Oktober 2023.

Baca Juga  KPK Undang Lagi Polda Metro ke Gedung Merah Putih Bahas Kasus Pemerasan SYL

Hamas mengklaim serangan dengan nama Operasi Badai Al Aqsa itu sebagai balasan atas tindakan provokatif Israel di situs suci Yerusalem dan terhadap warga Palestina yang ditahan.

Sejauh ini, korban tewas di kedua sisi mencapai ribuan dan bantuan kemanusiaan tidak dapat memasuki Gaza akibat blokade penuh yang diberlakukan oleh Israel.

Halaman Selanjutnya

Source : AP Photo/Fatima Shbair

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *