AS akan Berlakukan Larangan Visa Bagi Pemukim Yahudi yang Lakukan Kekerasan Terhadap Warga Palestina

Sabtu, 2 Desember 2023 – 09:14 WIB

Washington – Pemerintah AS telah memberi tahu Israel bahwa Washington akan memberlakukan larangan visa terhadap sejumlah pemukim Yahudi yang melakukan kekerasan terhadap warga sipil Palestina di Tepi Barat, kata seorang pejabat AS.

Dalam pertemuan dengan PM Israel Benjamin Netanyahu dan kabinet Israel, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyampaikan bahwa AS akan mengambil tindakan sendiri terhadap sejumlah orang yang tidak diungkapkan jumlahnya.

Kekerasan di Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki Israel, telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir akibat ekspansi permukiman Yahudi dan buntunya upaya perdamaian yang disponsori AS selama hampir satu dasawarsa.

Baca Juga :

Penampakan Ribuan Warga di Munajat Kubro 212 yang Digelar dari Jam 3 Pagi di Monas

VIVA Militer: Tentara Israel menduduki Tepi Barat, Palestina

Kekerasan di sana mencapai tingkat terparah dalam lebih dari 15 tahun terakhir setelah Israel melancarkan serangan tanpa henti di Gaza, wilayah Palestina lain yang diblokade oleh Israel.

Serangan tersebut merupakan aksi balasan terhadap kelompok perlawanan Palestina itu, yang menyusup dan menyerang Israel pada 7 Oktober. AS telah berkali-kali menyampaikan kekhawatirannya atas peningkatan kekerasan di Tepi Barat dan menyatakan bahwa hal itu harus dihentikan.

Dalam sebuah tulisan opini di Washington Post pada 18 November, Presiden AS Joe Biden mengancam akan mengambil tindakan terhadap pelaku kekerasan di wilayah itu.

“Saya telah menegaskan kepada para pemimpin Israel bahwa kekerasan ekstrem terhadap warga Palestina di Tepi Barat harus dihentikan dan mereka yang melakukan kekerasan harus diadili,” tulis Biden.

Baca Juga :

Pemimpin Hamas Yakin Israel Tak akan Capai Tujuan dari Perang di Gaza

Dia menambahkan bahwa pemerintahannya siap mengambil tindakan sendiri, termasuk memberlakukan larangan visa terhadap ekstremis Israel yang menyerang warga sipil Palestina di Tepi Barat.

Baca Juga  Miris! Indonesia Cuma Punya 1 Wakil di Daftar 20 Klub Terbaik Asia Tenggara : Okezone Bola

Baca Juga :

Terpopuler: Lepas Jabatan Presdir Jual Saham, Jawaban Menohok Gibran hingga Harga BBM Turun

Pejabat Departemen AS itu, yang berbicara secara anonim, mengatakan bahwa Washington ingin Israel menuntut para pelaku kejahatan tersebut, tetapi hal itu belum dilakukan Israel. Larangan visa bisa diberlakukan dalam beberapa pekan mendatang, kata sang pejabat.

Serangan harian oleh para pemukim Yahudi di Tepi Barat meningkat lebih dari dua kali lipat, menurut data PBB, sejak serangan Hamas pada 7 Oktober. Serangan itu menewaskan 1.200 warga Israel dan menyandera sekitar 240 orang, sedangkan gelombang serangan udara dan invasi Israel ke Gaza telah menewaskan lebih dari 15.000 orang. (Ant/Antara)

Polisi Israel berjaga-jaga di sekitar lokasi penembakan massal di sebuah halte bus di pintu masuk Yerusalem hari Kamis, 30 November 2023.

Dikira Milisi Hamas, Warga Israel Tewas Ditembak Tentara

Seorang prajurit keliru menembak seorang warga sipil Israel yang dikira sebagai milisi Hamas yang menyerang orang-orang di halte bus Yerusalem, kata polisi Israel pada Ju

img_title

VIVA.co.id

2 Desember 2023



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *