5 Tips Mendeteksi Kerusakan Shockbreaker Sepeda Motor

Sabtu, 27 Januari 2024 – 17:46 WIB

Jakarta, 27 Januari 2024 – Shockbreaker atau peredam kejut merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor. Komponen ini berfungsi untuk meredam hentakan yang dihasilkan dari jalanan yang tidak rata atau berlubang.

Baca Juga :

Kawasaki Ninja Baru Bergaya Klasik Dijual Rp90 Jutaan

Jika shockbreaker mengalami kerusakan, maka akan mengganggu kenyamanan dan keamanan berkendara. Berikut ini adalah beberapa trik untuk mendeteksi kerusakan shockbreaker motor, dikutip VIVA Otomotif dari laman Suzuki Indonesia:

1. Sudah melebihi masa pakai
Tidak ada aturan resmi berapa lama masa pakai shockbreaker. Namun, secara umum, shockbreaker disarankan untuk diganti setiap 2 tahun sekali.

Baca Juga :

Suzuki Hadirkan Motor Adventure Penerus Legenda Paris Dakar

Jika motor Anda sudah berusia lebih dari 2 tahun, sebaiknya lakukan pemeriksaan kondisi shockbreaker secara rutin. 

Shockbreaker depan motor.

Baca Juga :

Jadi Perusahaan Ramah Lingkungan, Ini yang Diperoleh Suzuki Indonesia

2. Periksa apakah ada kebocoran oli
Shockbreaker yang mulai aus akan menyebabkan kebocoran oli. Kebocoran oli ini dapat mengganggu kinerja dan membuat motor menjadi tidak nyaman saat dikendarai.

3. Tidak nyaman saat berkendara di jalan bergelombang
Shockbreaker yang sudah aus akan terasa tidak nyaman saat melewati jalan bergelombang atau tidak rata. Motor akan terasa lebih goyang dan menimbulkan suara hentakan yang keras.

Cara memeriksanya adalah dengan berkendara di jalan yang bergelombang. Jika motor terasa goyang dan mengeluarkan suara hentakan yang keras, maka shockbreaker Anda perlu diganti.

4. Ban belakang mulai bergoyang
Kerusakan shockbreaker juga dapat menyebabkan ban belakang menjadi bergoyang saat motor dikendarai. Hal ini dapat membahayakan keselamatan pengendara, terutama saat melewati jalan yang licin.

Baca Juga  Juventus Kejar Charlie Patino, Gregoria Mariska Dikalahkan Tai Tzu Ying

Cara memeriksanya adalah dengan berkendara di jalan yang lurus. Jika ban belakang terasa bergoyang, maka shockbreaker Anda perlu diganti.

5. Adanya perubahan ketinggian dari motor
Shockbreaker yang sudah aus dapat menyebabkan perubahan ketinggian dari motor. Hal ini dapat dirasakan saat motor melewati polisi tidur atau jalanan yang menanjak.

Cara memeriksanya adalah dengan melewati polisi tidur atau jalanan yang menanjak. Jika bagian bawah motor terlihat menempel pada jalan, maka shockbreaker Anda perlu diganti.

Jika Anda menemukan salah satu atau beberapa tanda-tanda di atas, sebaiknya segera bawa motor ke bengkel untuk dilakukan pemeriksaan dan perbaikan.

Halaman Selanjutnya

Cara memeriksanya adalah dengan berkendara di jalan yang bergelombang. Jika motor terasa goyang dan mengeluarkan suara hentakan yang keras, maka shockbreaker Anda perlu diganti.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *