Sebuah kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan latar belakang yang menyayat hati terungkap di wilayah Jakarta Utara. Seorang pemuda berinisial RF (22 tahun) nekat melakukan aksi curi motor lantaran terdesak kebutuhan biaya pengobatan ibunya yang sedang sakit keras. Aksi curi motor yang dilakukannya di sebuah area parkir berhasil digagalkan oleh warga dan pelaku kemudian diamankan oleh pihak kepolisian setempat.
Menurut keterangan dari Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) setempat, Komisaris Polisi Agus Widiyanto, S.H., peristiwa curi motor ini terjadi pada Minggu siang, 20 April 2025, sekitar pukul 13.00 WIB di sebuah area parkir minimarket di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pelaku RF mencoba membawa kabur sebuah sepeda motor matic yang terparkir di lokasi tersebut dengan menggunakan kunci लेटर T.
“Kami menerima laporan dari warga mengenai adanya seorang pemuda yang mencoba melakukan curi motor. Setelah kami amankan, pelaku mengaku melakukan tindakan tersebut karena terdesak kebutuhan biaya pengobatan ibunya,” ujar Kompol Agus Widiyanto saat memberikan keterangan di kantor Polsek.
Dalam pemeriksaan lebih lanjut, pria nekat curi motor tersebut mengaku bahwa ibunya sedang sakit parah dan membutuhkan obat-obatan yang harganya tidak murah. Ia tidak memiliki pekerjaan tetap dan tidak tahu lagi bagaimana cara mendapatkan uang dalam waktu cepat untuk membeli obat ibunya. Karena putus asa dan panik, ia akhirnya curi motor dengan harapan bisa menjualnya dan mendapatkan uang untuk pengobatan ibunya.
Meskipun demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa alasan apapun tidak dapat membenarkan tindakan curi motor. Pelaku RF tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan hukum yang berlaku. Pihak kepolisian akan memproses kasus ini sesuai prosedur, namun juga akan mempertimbangkan aspek kemanusiaan yang melatarbelakangi tindakan pelaku.
Barang bukti berupa sepeda motor yang hendak dicuri dan kunci लेटर T berhasil diamankan. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk dinas sosial, untuk memberikan bantuan kepada ibu pelaku yang sedang sakit. Kasus ini menjadi sorotan dan memunculkan berbagai macam tanggapan dari masyarakat. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi untuk mencari bantuan melalui jalur yang benar dan tidak melakukan tindakan melanggar hukum.
