Sebuah kejadian tragis sekaligus mengejutkan terjadi di Medan, Sumatera Utara. Dua orang kakak beradik menjadi sorotan setelah diketahui mengirimkan jenazah bayi, yang merupakan anak dari salah satu di antara mereka, ke pemakaman menggunakan layanan kurir instan GoSend. Peristiwa pilu ini sontak viral dan menimbulkan berbagai pertanyaan serta rasa iba dari masyarakat. Berikut kronologi kejadian yang berhasil dihimpun.
Kejadian bermula ketika seorang ibu muda, yang merupakan salah satu dari kakak beradik tersebut, melahirkan seorang bayi dalam kondisi yang memprihatinkan. Sayangnya, tak lama setelah dilahirkan, bayi tersebut meninggal dunia. Dalam kondisi panik dan diduga karena keterbatasan biaya serta minimnya pemahaman prosedur pemakaman, ibu muda tersebut bersama kakaknya mengambil keputusan yang tidak lazim.
Mereka kemudian memesan layanan GoSend dengan tujuan sebuah pemakaman di sekitar Kota Medan. Paket yang mereka kirimkan ternyata adalah jenazah bayi yang telah dibungkus. Tindakan ini tentu saja membuat pengemudi GoSend yang menerima order tersebut terkejut dan kebingungan setelah mengetahui isi paket yang sebenarnya.
Pengemudi GoSend tersebut kemudian melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib. Polisi yang menerima laporan segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan kedua kakak beradik tersebut untuk dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan awal, terungkap bahwa tindakan mengirim jenazah bayi menggunakan GoSend dilakukan karena ketidaktahuan dan keterdesakan situasi ekonomi keluarga.
Pihak kepolisian menyayangkan tindakan kedua kakak beradik tersebut, meskipun memahami kondisi sulit yang mungkin mereka hadapi. Prosedur pemakaman yang benar seharusnya melibatkan koordinasi dengan pihak rumah sakit atau petugas terkait. Mengirim jenazah bayi dengan cara yang tidak layak dinilai kurang pantas dan berpotensi menimbulkan masalah hukum.
Kasus abang adik kirim mayat bayi ini menjadi perhatian serius berbagai pihak. Dinas Sosial dan instansi terkait lainnya diharapkan dapat memberikan pendampingan dan bantuan kepada keluarga tersebut. Selain itu, kejadian ini juga menjadi pelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya memahami prosedur yang benar dalam penanganan jenazah.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil tindakan sendiri dalam situasi darurat, terutama yang berkaitan dengan penanganan jenazah. Sebaiknya, segera menghubungi pihak berwenang atau lembaga terkait untuk mendapatkan bantuan dan arahan yang tepat.
