Ibu Kota Nusantara (IKN) dirancang sebagai kota masa depan, mengadopsi konsep Forest City yang sangat menekankan keberlanjutan lingkungan dan teknologi. Visi utama IKN adalah menjadi kota netral karbon pertama di Indonesia, di mana 75% wilayahnya tetap berupa ruang hijau. Untuk mencapai tujuan ambisius ini, pembangunan IKN sangat bergantung pada implementasi Infrastruktur Cerdas yang terintegrasi, menjadikan teknologi sebagai tulang punggung kehidupan perkotaan yang efisien.
Salah satu pilar utama Infrastruktur Cerdas IKN adalah sistem transportasi. IKN akan memprioritaskan mobilitas non-motorisasi (pejalan kaki dan sepeda) dan transportasi publik berbasis listrik. Penerapan Intelligent Transportation Systems (ITS) akan mengelola lalu lintas, mengoptimalkan rute bus otonom, dan memantau polusi udara secara real-time. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan menekan emisi karbon secara drastis sejak hari pertama.
Dalam hal energi, IKN akan sepenuhnya mengandalkan sumber energi terbarukan, seperti panel surya dan energi air. Infrastruktur Cerdas akan mencakup smart grid yang mampu mendistribusikan listrik secara efisien, mendeteksi kerusakan secara otomatis, dan mengelola fluktuasi pasokan dari berbagai sumber terbarukan. Konsumsi energi setiap bangunan juga akan dipantau melalui sensor cerdas, mendorong efisiensi energi di tingkat rumah tangga dan gedung komersial.
Pengelolaan air dan limbah di IKN juga akan menggunakan Infrastruktur Cerdas berbasis siklus tertutup. Sistem akan mencakup pengolahan air limbah terpusat yang menghasilkan air bersih untuk irigasi, serta sistem pengumpulan dan pengolahan sampah otomatis. Penggunaan sensor untuk memantau kualitas air dan tingkat pengisian tempat sampah akan memastikan layanan publik berjalan dengan efisiensi maksimal dan meminimalkan dampak lingkungan yang merugikan.
Infrastruktur Cerdas di IKN akan dioperasikan melalui Pusat Komando Terpadu (Command Center) yang menyatukan semua data kota—dari keamanan, kesehatan, hingga layanan publik. Platform data terintegrasi ini memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data yang cepat dan akurat oleh pemerintah kota. Hal ini menjamin bahwa setiap layanan, mulai dari respons darurat hingga perencanaan kota, dapat disesuaikan secara dinamis dengan kebutuhan warga.
Aspek yang tak kalah penting adalah keberlanjutan sosial. Teknologi di IKN dirancang untuk meningkatkan interaksi antar warga dan partisipasi publik. Tersedia platform digital untuk e-governance, yang memudahkan warga dalam mengurus perizinan dan memberikan umpan balik kepada pemerintah. Teknologi ini bertujuan menciptakan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakatnya.
