Franky Sibarani, sebagai mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dikenal luas atas perannya yang signifikan dalam reformasi iklim investasi Indonesia. Meskipun kini posisinya telah berganti, warisan kepemimpinannya tetap diakui, khususnya dalam mendorong deregulasi dan mempromosikan potensi Indonesia di panggung internasional.
Pada masa jabatannya, Franky Sibarani menjadi motor penggerak perbaikan layanan perizinan terpadu satu pintu (PTSP). Tujuannya adalah memangkas birokrasi yang berbelit-belit dan mempersingkat waktu yang dibutuhkan investor untuk memulai bisnis. Upaya ini merupakan langkah fundamental untuk meningkatkan peringkat kemudahan berbisnis (Ease of Doing Business).
Deregulasi yang digagas oleh Franky Sibarani bukan hanya tentang kecepatan, tetapi juga transparansi. Ia memastikan bahwa aturan main investasi menjadi lebih jelas dan dapat diakses oleh semua pihak. Kebijakan ini penting untuk meminimalkan praktik korupsi dan memberikan kepastian hukum kepada para investor, baik asing maupun domestik.
Peran aktifnya dalam promosi global terlihat dari intensitas kunjungan kerja dan partisipasinya dalam forum investasi internasional. Franky Sibarani secara agresif memamerkan peluang investasi di sektor-sektor strategis Indonesia, seperti infrastruktur dan maritim. Diplomasi investasi ini berhasil menarik komitmen modal asing yang substantial.
Fokus lain dari kepemimpinan Franky Sibarani adalah mengoptimalkan investasi di luar Pulau Jawa. Melalui program dan insentif khusus, ia berupaya mengarahkan modal ke wilayah Timur dan daerah terpencil. Strategi ini bertujuan untuk menciptakan pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah di Indonesia.
Salah satu warisan penting dari periode Franky Sibarani adalah penetapan prioritas investasi. Sektor-sektor yang memiliki dampak besar pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan nilai tambah lokal didorong secara khusus. Pendekatan ini memastikan bahwa investasi yang masuk berkontribusi secara maksimal pada pembangunan nasional.
Meskipun tantangan birokrasi selalu ada, inisiatif yang diambil pada masa kepemimpinan ini telah meletakkan dasar kuat bagi reformasi investasi berkelanjutan. Upaya deregulasi tersebut menjadi fondasi yang terus dikembangkan oleh penerus BKPM hingga saat ini, menunjukkan visi jangka panjangnya.
