Jum. Jun 12th, 2026

Curah hujan ekstrem yang melanda wilayah Jabodetabek, termasuk Bekasi, pada awal Maret 2025 memicu banjir besar yang melumpuhkan aktivitas warga. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah sigap dengan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi intensitas hujan.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa OMC dilakukan dengan menyemai garam (NaCl) ke dalam awan-awan potensial hujan sebelum memasuki wilayah Jabodetabek. “Konsepnya adalah menghalangi awan-awan yang seharusnya bergerak, bertiup ke area rawan itu dijatuhkan sebelum masuk ke area rawan. Jadi, dijatuhkan misalnya di laut, tidak dijatuhkan di darat,” jelas Dwikorita.  

OMC difokuskan di wilayah Jabodetabek, khususnya Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, yang memiliki curah hujan tinggi dan berpotensi menimbulkan bencana banjir. Operasi ini melibatkan pesawat yang terbang di ketinggian tertentu untuk menyemai garam ke dalam awan.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menambahkan bahwa OMC merupakan salah satu upaya mitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir, yang disebabkan oleh curah hujan ekstrem. “OMC ini dilakukan untuk mengurangi curah hujan yang berpotensi turun di wilayah Jabodetabek sehingga meminimalkan risiko banjir susulan, serta mempercepat proses tanggap-transisi darurat di Jabodetabek,” ujar Suharyanto.  

Operasi modifikasi cuaca ini terus dilakukan selama 16 jam, dengan harapan dapat mengurangi curah hujan yang berpotensi turun di wilayah Jabodetabek.

Pemerintah juga terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, meninjau langsung penanganan banjir di Bekasi dan memastikan bahwa pemerintah hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak.

Meskipun OMC diharapkan dapat mengurangi curah hujan, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Masyarakat juga diminta untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah.

Berikut beberapa poin penting terkait modifikasi cuaca di Bekasi:

  • OMC dilakukan oleh BMKG dan BNPB untuk mengurangi curah hujan ekstrem.
  • OMC difokuskan di wilayah Jabodetabek, khususnya Bekasi.
  • OMC dilakukan dengan menyemai garam ke dalam awan-awan potensial hujan.
  • OMC diharapkan dapat meminimalkan risiko banjir susulan.
  • Pemerintah terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan.
  • Masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Upaya modifikasi cuaca ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani bencana banjir dan melindungi masyarakat dari dampak cuaca ekstrem.Sumber dan konten terkait

By admin

toto slot

toto togel