Sebuah insiden tragis terjadi di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada hari Jumat, 11 April 2025, sekitar pukul 15.30 WIB. Seorang penjual semangka menjadi korban penganiayaan berat setelah disiram air keras oleh seorang pembeli akibat cekcok terkait harga buah. Akibat serangan brutal tersebut, korban mengalami luka bakar serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kronologi kejadian bermula ketika korban, yang diketahui bernama Usman (42), tengah melayani seorang pembeli pria yang belum diketahui identitasnya. Terjadi adu argumen sengit antara Usman dan pembeli tersebut terkait harga semangka yang ditawarkan. Diduga kuat, pembeli tersebut tidak terima dengan harga yang diberikan Usman hingga memicu emosi dan berujung pada tindakan disiram air keras.
Menurut keterangan sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, setelah terlibat cekcok beberapa saat, pembeli tersebut tiba-tiba mengeluarkan sebuah botol berisi cairan yang diduga kuat air keras dan langsung menyiramkannya ke wajah dan tubuh Usman. Usai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri di tengah kepanikan para pedagang dan pembeli lainnya.
“Saya lagi bantu-bantu di lapak sebelah, tiba-tiba dengar teriakan kencang. Pas saya lihat, Pak Usman sudah teriak-teriak kesakitan, mukanya merah semua kayak terbakar,” ujar seorang pedagang buah di Pasar Induk Kramat Jati, Amin (35).
Warga dan pedagang lain yang melihat kejadian disiram air keras tersebut segera memberikan pertolongan pertama kepada Usman dan melarikannya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Budhi Asih, Jakarta Timur. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa Usman mengalami luka bakar serius di bagian wajah, leher, dan dada akibat disiram air keras.
Petugas dari Polsek Kramat Jati yang menerima laporan mengenai kejadian ini segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Pihak kepolisian juga tengah berupaya mengidentifikasi pelaku berdasarkan ciri-ciri yang disebutkan oleh para saksi dan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang mungkin terpasang di sekitar area pasar.
Kapolsek Kramat Jati, Kompol Suyitno, saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden penganiayaan disiram air keras tersebut. Pihaknya mengecam keras tindakan pelaku dan berjanji akan segera menangkap pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Kami sedang melakukan penyelidikan intensif untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku penyiraman air keras ini. Kami mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor ke pihak kepolisian,” tegas Kompol Suyitno.
Kasus disiram air keras ini menambah daftar panjang tindak kekerasan di lingkungan pasar dan menimbulkan keresahan di kalangan pedagang. Pihak kepolisian diharapkan dapat segera mengungkap kasus ini dan memberikan rasa aman bagi para pedagang dan pengunjung Pasar Induk Kramat Jati.
