Kisah para perantau yang mengadu nasib di ibu kota seringkali diwarnai dengan perjuangan dan pengorbanan, tak terkecuali bagi Solihin. Meski telah lama merantau ke Jakarta demi mencari penghidupan yang lebih baik, Solihin memilih untuk tidak membawa serta keluarganya. Keputusan ini tentu menimbulkan pertanyaan, dan ternyata ada alasan menyentuh di baliknya.
Salah satu alasan utama Solihin adalah kondisi ekonomi yang belum stabil. Sebagai perantau awal, Solihin menyadari bahwa biaya hidup di ibu kota jauh lebih tinggi dibandingkan kampung halamannya. Ia ingin memastikan dirinya mapan terlebih dahulu, memiliki pekerjaan dan tempat tinggal yang layak, sebelum membawa istri dan anak-anaknya. Baginya, menanggung beban hidup keluarga di tengah ketidakpastian ekonomi awal akan jauh lebih berat.
Selain itu, Solihin juga mempertimbangkan kenyamanan dan adaptasi keluarga. Ia tidak ingin keluarganya mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru yang serba cepat dan keras di ibu kota. Ia ingin menciptakan fondasi yang kuat terlebih dahulu agar ketika keluarganya datang, mereka bisa tinggal dengan lebih nyaman dan memiliki fasilitas yang memadai.
Alasan Solihin Merantau Sendirian:
- Kondisi Ekonomi Belum Stabil: Prioritas memantapkan diri secara finansial.
- Kenyamanan dan Adaptasi Keluarga: Menghindari kesulitan adaptasi di lingkungan baru.
- Fokus Bekerja dan Menabung: Memaksimalkan potensi penghasilan tanpa distraksi.
- Biaya Hidup Tinggi di Ibu Kota: Pertimbangan pengeluaran yang lebih besar.
- Kesiapan Infrastruktur Keluarga: Memastikan tempat tinggal dan fasilitas layak.
- Kerinduan yang Memotivasi: Menjadikan keluarga sebagai penyemangat untuk sukses.
Tak hanya itu, merantau sendirian di awal juga memberikan Solihin fokus yang lebih besar untuk bekerja dan menabung. Tanpa adanya tanggung jawab langsung terhadap keluarga di ibu kota, ia bisa lebih leluasa mencari peluang kerja dan mengelola keuangannya demi masa depan yang lebih baik bagi keluarganya.
Meski diliputi kerinduan, Solihin menjadikan keluarganya sebagai motivasi terbesar untuk terus berjuang dan meraih kesuksesan di ibu kota. Ia berharap, dengan pengorbanannya saat ini, ia bisa memberikan kehidupan yang lebih baik bagi istri dan anak-anaknya kelak. Keputusan Solihin adalah cerminan dari besarnya cinta dan tanggung jawab seorang kepala keluarga.
